Sesuai judul, disini gue akan memperkenalkan anggota dari keluarga Priatama... dimulai dari Kepala keluarga yaitu Pak Prabu Priatama (bagi penggila sinetron Putri yang tertukar pasti gak asing dengan nama ini) dan Wakil Kepala keluarga atau Istri dari pak Prabu adalah Ibu Ayu Kemayu (jangan di sangkut pautkan dengan penyanyi dangdut Ayu tingting. Jangan !!!), lalu di sudut merah ada pak Kasim, dia tukang kebun dirumah ini, dibantu dengan asistennya yang tak lain adalah anaknya sendiri Kasir, pasti kalian heran kan kenapa namanya bisa hampir sama ? jawabannya simpel : namanya juga bapak dan anak, pernah gue berpikir jangan-jangan nama kakek dari si Kasir adalah Kasino atau mungkin Kasih, tapi belakangan gue tau ternyata nama kakenya adalah Parsimin, yaap benar dugaan gue meleset dan gue menyesal jawaban gue salah -__- , oke lanjut lagi, tadi dari sudut merah dan sekarang dari sudut biru ada bu Siti kona'ah (ingat !! jangan dibaca konakah, atau konakuh, atau lebih parah konaknih, Jangan !! karena itu bisa menjadi salah persepsi orang yang mendengar), bu Siti atau biasa dipanggil bu Titi (tanpa huruf T di akhirannya) adalah pembantu rumah tangga yang telah dipercaya bertahun-tahun oleh keluarga Priatama, bu Titi ini sangat tekun, baik hati dan tidak sombong dan juga rajin menabung pastinya oiya dia mempunyai anak laki-laki yang berada di Institut Tekhnik Bandung (ITB), hebat bukan ? tapi tunggu dulu gue belum selesai bicara, anak dari bu Titi ini bukan kuliah tetapi kuli-ah atau bahasa lainnya sebagai pembantu atau pesuruh kampus ITB namun jangan berfikir pesuruh itu kerjaan rendahan, dia bisa dibilang sebagai Ketua office boy dan cleaning service disana, walaupun masih OB dan cleaning service tapi seenggaknya dia menjabat sebagai Ketuanya disana, sekarang dari sudut lancip ada Babe atau nama aslinya pak Otoy, dia adalah supir pribadi di rumah ini, yang selalu setia mengantar kan gue ke sekolah, dan terakhir dari sudut tumpul ada pak Robet (bukan nama aslinya) nama aslinya adalah Rojak, Robet sendiri adalah sebuah singkatan yang kepanjangan dari Rojak Orang BETawi, pak Robet ini adalah satpam dirumah ini, walaupun tampangnya sangar dengan kumis layaknya pagar Istana Presiden, tapi pak Robet ini orangnya sangat romantis dan baik hati, pernah saat itu gue melihat pak Robet nangis tersedu-sedu menghabiskan berpuluh-puluh tissu saat dia menonton sinetron Putri Yang Tertukar atau saat dia menonton Cinta Fitri dan saat yang bersamaan juga kaca spion mobil bu Ayu hilang.
Rumah keluarga Priatama beralamat di Menteng 3 di jalan lembang, pak Prabu adalah pemimpin sebuah perusahaan besar di Jakarta dan bu Ayu adalah seorang pengusaha butik yang lumayan terkenal juga. Dan setelah ini gue akan memanggil mereka berdua dengan sebutan Mamah dan Papah, setelah mereka mengangkat gue sebagai anak, mereka selalu memberi apa yang gue butuhkan dalam hidup, bahkan yang gak terlalu gue butuhkan mereka juga memberinya, sungguh sosok orang tua yang baik, gak seperti orang tua kandung gue yang meninggalkan gue begitu saja dibandara, sempat gue berfikir untuk melupakan kedua orang tua kandung gue namun gue menyadari itu adalah hal yang sangat tidak baik, lagi pula gue pun belum menemukan alasan yang pasti mengapa orang tua kandung gue meninggalkan gue saat itu. Selagi otak gue lagi bener gue mempunyai kata-kata sederhana tapi mendalam. "Seburuk-buruknya Ibu, dia-lah yang mengandung dan melahirkan kita, seburuk-buruknya Ayah, dia-lah yang membiayai kita, dan seburuk-buruknya orang tua, karena mereka lah kita ada".
Well, sampai disini dulu karena tiba-tiba gue menjadi galau dan meneteskan air mata, karena gue lagi memotong bawang merah (boong... padahal nangis karena inget orang tua kandung), yaudah nite yaa.. lanjut lagi besok, oke ;)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus